Posted in

Dosen dan Mahasiswa Universitas Setia Budhi Menguatkan Nilai Kearifan Lokal dalam Saresehan Budaya Baduy 2026

Dosen dan Mahasiswa Universitas Setia Budhi Menguatkan Nilai Kearifan Lokal dalam Saresehan Budaya Baduy 2026
Saresehan Budaya

Dosen dan mahasiswa Universitas Setia Budhi (USB) turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan Saresehan Budaya Baduy 2026 yang diselenggarakan dalam rangkaian acara SEBA BADUY 2026. Mengusung tema “Menjaga Raga, Menjaga Kata, Menjaga Alam”, kegiatan ini menjadi ruang dialog budaya yang sarat nilai edukatif sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam melestarikan kearifan lokal masyarakat Baduy.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 23 April 2026 tersebut menghadirkan berbagai tokoh budaya, peneliti, komunitas pemerhati lingkungan, hingga generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya Nusantara. Kehadiran dosen dan mahasiswa Universitas Setia Budhi menjadi bukti nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Informasi mengenai berbagai kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat juga dapat diakses melalui situs resmi Universitas Setia Budhi.


Saresehan Budaya Baduy 2026 Jadi Ruang Belajar Bersama

Saresehan Budaya Baduy 2026 tidak hanya menjadi forum diskusi semata, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat luas untuk memahami filosofi kehidupan masyarakat adat Baduy yang selama ini dikenal mampu hidup selaras dengan alam.

Masyarakat Baduy yang mendiami wilayah Desa Kanekes, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, merupakan salah satu komunitas adat yang masih mempertahankan tradisi leluhur secara konsisten. Kesederhanaan hidup, kepatuhan terhadap adat, serta penghormatan terhadap alam menjadi nilai utama yang diwariskan secara turun-temurun.

Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus globalisasi, masyarakat Baduy tetap mempertahankan identitas budayanya. Hal inilah yang menjadikan budaya Baduy sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia yang memiliki nilai penting untuk dipelajari dan dilestarikan.

Melalui Saresehan Budaya Baduy 2026, peserta diajak untuk melihat bahwa nilai-nilai lokal tidak bertentangan dengan kemajuan zaman, melainkan dapat menjadi fondasi dalam membangun kehidupan yang lebih berkelanjutan.


Membahas Berbagai Aspek Kehidupan Masyarakat Baduy

Dalam kegiatan ini, berbagai topik strategis dibahas secara mendalam oleh para narasumber. Beberapa tema utama yang menjadi fokus pembahasan antara lain:

  • Sejarah dan pengenalan masyarakat Baduy.
  • Nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
  • Sistem kepercayaan dan adat istiadat masyarakat Baduy.
  • Tantangan budaya lokal di era modernisasi.
  • Strategi pelestarian budaya bagi generasi muda.
  • Hubungan manusia dengan alam dalam perspektif masyarakat adat.

Diskusi berlangsung interaktif dan menghadirkan berbagai sudut pandang yang memperkaya wawasan peserta. Para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai budaya Baduy, tetapi juga diajak untuk merefleksikan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung.


Hadirkan Berbagai Narasumber dari Beragam Latar Belakang

Saresehan Budaya Baduy 2026 dipandu oleh moderator Hendra Permana dan menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki perhatian terhadap budaya, lingkungan, dan masyarakat adat.

Narasumber yang hadir antara lain:

Irfan

Ketua Komunitas Pecinta Laut dan Pantai yang aktif dalam berbagai kegiatan pelestarian lingkungan.

Yet Bakels

Peneliti dan jurnalis asal Belanda yang telah lama menaruh perhatian terhadap budaya dan kehidupan masyarakat Indonesia.

Niduparas Erlang

Penulis yang aktif mengangkat berbagai isu budaya dan sosial melalui karya-karyanya.

Kang Narman

Pemuda asli Kanekes Baduy yang memberikan perspektif langsung mengenai kehidupan masyarakat Baduy dari dalam komunitas adat itu sendiri.

Keberagaman latar belakang para narasumber membuat diskusi menjadi semakin kaya dan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada peserta.


Kearifan Lokal Baduy Menjadi Inspirasi di Era Modern

Salah satu poin penting yang mengemuka dalam Saresehan Budaya Baduy 2026 adalah bagaimana masyarakat Baduy mampu mempertahankan nilai-nilai leluhur di tengah arus modernisasi.

Masyarakat Baduy dikenal memiliki filosofi hidup yang sederhana namun sarat makna. Mereka mengajarkan pentingnya:

Menjaga Alam

Alam dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Karena itu, masyarakat Baduy memiliki berbagai aturan adat yang bertujuan menjaga kelestarian lingkungan.

Menjaga Perkataan

Etika dalam berbicara dan berinteraksi menjadi nilai penting dalam kehidupan sosial masyarakat Baduy.

Menjaga Keharmonisan

Hubungan antarmanusia dibangun berdasarkan rasa saling menghormati, gotong royong, dan kebersamaan.

Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dengan tantangan kehidupan modern yang sering kali diwarnai oleh berbagai persoalan sosial dan lingkungan.


Apresiasi dari LPPM Universitas Setia Budhi

Dosen Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Setia Budhi, Dr. Li Puji Siswanto, M.Pd, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan Saresehan Budaya Baduy 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai edukatif yang tinggi serta mampu menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk lebih mengenal budaya lokal.

“Saresehan Budaya Baduy 2026 menjadi kegiatan yang inspiratif dan penuh makna. Kami sangat mengapresiasi semangat mahasiswa serta semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan acara ini. Kegiatan ini bukan hanya sekadar diskusi, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama untuk memahami dan menghargai nilai-nilai budaya lokal.”

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat, peduli budaya, dan berwawasan luas.


Mahasiswa Universitas Setia Budhi Merasakan Manfaat Besar

Kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa Universitas Setia Budhi yang ikut berpartisipasi.

Salah satunya disampaikan oleh Falah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani angkatan 2024.

Menurutnya, Saresehan Budaya Baduy 2026 mampu meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pelestarian budaya bangsa.

“Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami sebagai mahasiswa. Kami semakin memahami pentingnya menjaga budaya lokal dan menghargai keberagaman yang ada di Indonesia.”

Ia juga menilai bahwa kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat identitas generasi muda di tengah pengaruh budaya global yang semakin kuat.


Pelestarian Budaya Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Salah satu kesimpulan penting dari Saresehan Budaya Baduy 2026 adalah bahwa pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat adat semata.

Seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya, mulai dari:

  • Pemerintah.
  • Perguruan tinggi.
  • Komunitas budaya.
  • Media.
  • Dunia usaha.
  • Generasi muda.

Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar budaya lokal tetap hidup dan mampu diwariskan kepada generasi mendatang.


Didukung Berbagai Mitra dan Stakeholder

Penyelenggaraan SEBA BADUY 2026 mendapat dukungan dari berbagai pihak, antara lain:

  • Citra Maja Raya sebagai sponsor utama.
  • Bayah Dome.
  • Wonderful Indonesia.
  • Exciting Banten.
  • Lebak Ruhay.
  • Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Banten.

Dukungan tersebut menunjukkan bahwa pelestarian budaya membutuhkan sinergi berbagai pihak agar dapat berjalan secara berkelanjutan.


Universitas Setia Budhi Terus Mendukung Pelestarian Budaya Lokal

Partisipasi dosen dan mahasiswa dalam Saresehan Budaya Baduy 2026 menunjukkan komitmen Universitas Setia Budhi dalam mendukung pelestarian budaya sebagai bagian dari penguatan karakter bangsa.

Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membentuk generasi muda yang menghargai identitas budaya bangsa.

Melalui berbagai kegiatan akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Setia Budhi terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Sc : USBR


Penutup

Saresehan Budaya Baduy 2026 menjadi bukti bahwa nilai-nilai kearifan lokal masih sangat relevan di tengah perkembangan zaman. Melalui forum ini, dosen dan mahasiswa Universitas Setia Budhi memperoleh pengalaman berharga untuk memahami pentingnya menjaga budaya, menghargai keberagaman, dan membangun harmoni antara manusia dengan alam.

Dengan semangat “Menjaga Raga, Menjaga Kata, Menjaga Alam”, diharapkan nilai-nilai luhur masyarakat Baduy dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang harus dijaga bersama.