Bulan Bung Karno 2026 Jadi Momentum Penguatan Nilai Kebangsaan
Universitas Setia Budhi turut menghadiri kegiatan Pembukaan Bulan Bung Karno 2026 yang diselenggarakan di Museum Multatuli, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, pada Selasa, 2 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mengenang, menghayati, serta meneladani nilai-nilai perjuangan Proklamator Republik Indonesia, Ir. Soekarno.
Kehadiran Universitas Setia Budhi dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen perguruan tinggi dalam memperkuat pendidikan karakter, nasionalisme, dan wawasan kebangsaan bagi sivitas akademika, khususnya mahasiswa. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya diajak memahami sejarah sebagai catatan masa lalu, tetapi juga sebagai sumber nilai, inspirasi, dan arah dalam membangun masa depan bangsa.
Pembukaan Bulan Bung Karno 2026 juga menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh nasional, tokoh daerah, akademisi, budayawan, mahasiswa, hingga komunitas masyarakat. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa sejarah bangsa tidak hanya perlu dikenang, tetapi juga perlu terus dibaca, dipahami, dan diwariskan kepada generasi muda.
Sebagai bagian dari penguatan dunia pendidikan dan pengembangan karakter generasi muda, informasi akademik serta kegiatan pendidikan lainnya juga dapat diakses melalui Universitas Setia Budhi.
Museum Multatuli Jadi Ruang Edukasi Sejarah
Museum Multatuli di Rangkasbitung menjadi lokasi penting dalam pelaksanaan Pembukaan Bulan Bung Karno 2026. Museum ini dikenal sebagai salah satu ruang edukasi sejarah dan budaya yang memiliki peran penting dalam memperkenalkan narasi kemanusiaan, kolonialisme, perjuangan, serta kesadaran sosial kepada masyarakat.
Pemilihan Museum Multatuli sebagai tempat kegiatan memberikan makna tersendiri. Rangkasbitung dan Kabupaten Lebak memiliki jejak sejarah yang kuat dalam perjalanan pemikiran sosial, kebudayaan, dan kebangsaan. Karena itu, kegiatan Bulan Bung Karno 2026 di Museum Multatuli menjadi lebih dari sekadar seremoni, melainkan juga ruang refleksi untuk memahami hubungan antara sejarah lokal dan perjalanan besar bangsa Indonesia.
Bagi mahasiswa, kegiatan seperti ini menjadi pengalaman belajar yang sangat berharga. Mereka dapat melihat langsung bagaimana ruang sejarah digunakan sebagai media pembelajaran publik. Sejarah tidak lagi hanya hadir dalam buku teks, tetapi juga melalui pameran, diskusi, arsip foto, surat, komik, seni tradisi, serta percakapan lintas generasi.
Dihadiri Tokoh Nasional, Daerah, Akademisi, dan Masyarakat
Kegiatan Pembukaan Bulan Bung Karno 2026 diinisiasi oleh Anggota DPR RI Komisi X Fraksi PDI Perjuangan, Bonnie Triyana. Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Dr. Ir. H. Hasto Kristiyanto, M.M. selaku Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Ade Sumardi selaku Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Wanto Sugito selaku Sekretaris DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, Junaedi Ibnu Jarta selaku Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lebak, serta Amir Hamzah selaku Wakil Bupati Lebak yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Lebak.
Selain itu, hadir pula jajaran pengurus DPP PDI Perjuangan, DPD PDI Perjuangan Provinsi Banten, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lebak, akademisi, budayawan, mahasiswa, serta berbagai elemen masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa kegiatan Bulan Bung Karno 2026 memiliki dimensi yang luas. Tidak hanya menjadi agenda peringatan sejarah, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog kebangsaan yang mempertemukan unsur politik, pendidikan, budaya, dan masyarakat.
Dalam konteks pendidikan tinggi, keterlibatan kampus dalam kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat wawasan mahasiswa tentang pentingnya sejarah, kebangsaan, dan peran pemuda dalam menjaga arah pembangunan bangsa.
Universitas Setia Budhi Ikuti Rangkaian Acara
Delegasi Universitas Setia Budhi hadir dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Pembukaan Bulan Bung Karno 2026. Kehadiran ini menjadi bentuk dukungan kampus terhadap kegiatan edukatif yang bertujuan menanamkan nilai-nilai nasionalisme, cinta tanah air, serta penghormatan terhadap sejarah perjuangan bangsa.
Keterlibatan perguruan tinggi dalam kegiatan sejarah dan kebudayaan juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Universitas Setia Budhi memandang bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang mampu berpikir kritis, memahami sejarah, dan memiliki kepekaan sosial. Dengan mengikuti kegiatan seperti Bulan Bung Karno 2026, mahasiswa diharapkan dapat memperoleh perspektif yang lebih luas mengenai perjalanan bangsa Indonesia dan tantangan yang dihadapi saat ini.
Diawali Penampilan Seni Tradisional Kanekes
Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan penampilan kesenian tradisional Angklung Buhun serta Celempung dari Kanekes. Penampilan seni tradisional ini menjadi pembuka yang sarat makna karena memperlihatkan kekayaan budaya lokal Banten, khususnya dari masyarakat adat Kanekes atau Baduy.
Kehadiran seni tradisional dalam kegiatan kebangsaan menunjukkan bahwa nasionalisme tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan. Bangsa Indonesia dibangun dari keberagaman suku, bahasa, adat, seni, dan tradisi yang hidup di tengah masyarakat.
Bagi mahasiswa, penampilan budaya tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga bangsa juga berarti menjaga kebudayaan lokal. Nilai-nilai kebangsaan tidak hanya dipelajari melalui tokoh besar dan peristiwa sejarah, tetapi juga melalui warisan budaya yang terus hidup di masyarakat.
Pameran Foto, Surat, dan Komik Bung Karno
Pembukaan resmi Bulan Bung Karno 2026 ditandai dengan pembukaan pameran foto, surat, dan komik Bung Karno. Pameran ini menampilkan berbagai dokumentasi sejarah yang menggambarkan perjalanan, pemikiran, serta kiprah Bung Karno sebagai Proklamator Republik Indonesia.
Pameran foto memberikan gambaran visual mengenai perjalanan sejarah yang pernah dilalui Bung Karno. Sementara surat-surat yang dipamerkan menjadi jendela untuk memahami pemikiran, sikap, dan gagasan beliau dalam konteks perjuangan bangsa.
Komik Bung Karno juga menjadi media edukasi yang menarik, khususnya bagi generasi muda. Melalui format visual dan narasi yang lebih ringan, sejarah dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat, mudah dipahami, dan relevan bagi pembaca muda.
Pendekatan seperti ini penting karena generasi muda saat ini memiliki cara belajar yang berbeda. Sejarah perlu disampaikan melalui media yang kreatif agar tidak dianggap kaku atau jauh dari kehidupan mereka.
Diskusi Bersama Sejarawan dan Budayawan Nasional
Pada sesi siang, peserta mengikuti diskusi mengenai foto, surat, dan komik Bung Karno bersama sejumlah sejarawan dan budayawan nasional. Hadir sebagai narasumber antara lain Hilmar Farid, Oscar Motuloh, dan Yuke Ardiati.
Diskusi tersebut memberikan wawasan mendalam mengenai pemikiran, perjuangan, dan relevansi ajaran Bung Karno dalam menghadapi tantangan bangsa di era modern. Para peserta diajak untuk memahami bahwa gagasan Bung Karno tidak hanya penting dalam konteks masa lalu, tetapi juga masih memiliki relevansi dalam kehidupan berbangsa saat ini.
Melalui diskusi tersebut, mahasiswa dapat belajar bahwa sejarah bukan sekadar hafalan tanggal dan peristiwa. Sejarah adalah ruang untuk memahami ide, perjuangan, konflik, harapan, dan cita-cita bangsa.
Rektor Universitas Setia Budhi Tekankan Pentingnya Nilai Nasionalisme
Rektor Universitas Setia Budhi, Iman Sampurna, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan Bulan Bung Karno merupakan sarana edukatif yang sangat penting bagi generasi muda, khususnya mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa perlu memahami sejarah bangsa secara lebih utuh agar mampu mengambil nilai-nilai penting dari perjuangan para pendiri bangsa.
“Sebagai generasi penerus, mahasiswa harus mampu mengambil nilai-nilai perjuangan, semangat persatuan, dan nasionalisme yang diwariskan Bung Karno. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya belajar sejarah, tetapi juga memahami bagaimana membangun karakter kepemimpinan yang berlandaskan kecintaan kepada bangsa dan negara,” ujar Iman Sampurna, M.Pd.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara karakter dan memiliki kesadaran kebangsaan.
Perguruan Tinggi Berperan Menanamkan Karakter Kebangsaan
Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada mahasiswa. Peran ini dapat dilakukan melalui kegiatan akademik maupun nonakademik, seperti kuliah umum, diskusi sejarah, penelitian sosial, kegiatan budaya, pengabdian masyarakat, hingga partisipasi dalam forum kebangsaan.
Kegiatan Pembukaan Bulan Bung Karno 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana mahasiswa dapat belajar langsung dari ruang publik yang menghadirkan sejarah, budaya, dan pemikiran kebangsaan secara bersamaan.
Pendidikan tinggi tidak boleh hanya fokus pada peningkatan kemampuan akademik dan keterampilan kerja. Lebih dari itu, kampus juga perlu membentuk mahasiswa agar memiliki integritas, kepedulian sosial, rasa cinta tanah air, dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Mahasiswa Didorong Menjadi Generasi Berintegritas
Melalui keikutsertaan dalam Pembukaan Bulan Bung Karno 2026, Universitas Setia Budhi berharap mahasiswa dapat semakin memahami pentingnya integritas, nasionalisme, dan kepemimpinan. Generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk membaca sejarah, memahami tantangan bangsa, dan mengambil peran aktif dalam pembangunan.
Nilai-nilai perjuangan Bung Karno seperti persatuan, keberanian, kemandirian, dan keberpihakan kepada rakyat dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dalam membangun karakter diri.
Di tengah tantangan era digital dan globalisasi, mahasiswa perlu memiliki pegangan nilai yang kuat agar tidak kehilangan identitas kebangsaan. Wawasan sejarah dan kebudayaan menjadi fondasi penting agar generasi muda mampu bergerak maju tanpa melupakan akar perjuangan bangsa.

Penutup
Kehadiran Universitas Setia Budhi dalam Pembukaan Bulan Bung Karno 2026 di Museum Multatuli menjadi wujud komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penguatan nilai nasionalisme, sejarah, dan karakter kebangsaan bagi mahasiswa.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum mengenang Bung Karno sebagai Proklamator Republik Indonesia, tetapi juga menjadi ruang edukasi untuk memahami kembali nilai perjuangan, persatuan, dan cinta tanah air.
Melalui pameran foto, surat, komik, penampilan seni tradisional, serta diskusi bersama sejarawan dan budayawan, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih luas dan bermakna.
Universitas Setia Budhi berharap keikutsertaan dalam kegiatan ini dapat terus mendorong lahirnya generasi muda yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan mampu melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa demi kemajuan Indonesia.
