Posted in

MoU Penanggulangan Bencana Universitas Setia Budhi dan GMLS Perkuat Mitigasi Bencana di Lebak Selatan

MoU Penanggulangan Bencana Universitas Setia Budhi dan GMLS Perkuat Mitigasi Bencana di Lebak Selatan
Penanggulangan Bencana

MoU Penanggulangan Bencana Jadi Langkah Strategis Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat. Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana alam terus dilakukan berbagai pihak di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui MoU Penanggulangan Bencana yang ditandatangani antara Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) dan Universitas Setia Budhi.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut berlangsung di Sekretariat Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), Desa Panggarangan, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, pada Sabtu, 26 Agustus 2023. Kerja sama ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan komunitas kebencanaan untuk membangun masyarakat yang tangguh menghadapi risiko bencana.

Sebagai wilayah yang berada di pesisir selatan Pulau Jawa dan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, Lebak Selatan termasuk kawasan yang memiliki potensi risiko tinggi terhadap gempa bumi megathrust dan tsunami. Karena itu, kolaborasi antara lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat dinilai sangat penting dalam memperkuat upaya mitigasi dan penanggulangan edukasi kebencanaan.

Informasi mengenai pengembangan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan institusi pendidikan juga dapat diakses melalui Universitas Setia Budhi.


Penandatanganan MoU Penanggulangan Bencana

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan langsung oleh Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS), Abah Lala, bersama Rektor Universitas Setia Budhi, Prof. Suherman.

Kegiatan tersebut turut disaksikan oleh Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Taufik Hidayat Suharto, beserta jajaran pimpinan universitas dan pengurus GMLS.

MoU ini menjadi dasar kerja sama kedua institusi dalam pelaksanaan berbagai program mitigasi dan penanggulangan bencana, khususnya yang berkaitan dengan penguatan kapasitas masyarakat melalui pendekatan ilmiah dan pemberdayaan komunitas.

Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan program yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana.


Pentingnya Kolaborasi Pentahelix dalam Penanggulangan Bencana

Dalam sambutannya, Ketua GMLS, Abah Lala, menegaskan bahwa penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.

Menurutnya, keberhasilan mitigasi dan penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan seluruh unsur pentahelix yang meliputi:

  • Pemerintah
  • Akademisi
  • Dunia usaha
  • Komunitas masyarakat
  • Media

Pendekatan pentahelix memungkinkan setiap pihak memberikan kontribusi penanggulangan sesuai kapasitas dan kompetensinya masing-masing.

“Universitas Setia Budhi sebagai salah satu elemen akademisi dalam pentahelix dapat berperan dalam kajian ilmiah maupun turun langsung di masyarakat dalam kegiatan diseminasi. Hal ini jelas akan memperkaya konteks kemasyarakatan bagi mahasiswa dalam kaitan dengan studi yang tengah mereka jalani,” ujar Abah Lala.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menghasilkan pengetahuan ilmiah sekaligus menerapkannya secara langsung di tengah masyarakat.


Peran Universitas dalam Mitigasi Bencana

Sebagai institusi pendidikan tinggi, Universitas Setia Budhi memiliki tanggung jawab untuk menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam konteks kebencanaan, ketiga aspek tersebut dapat diimplementasikan melalui berbagai kegiatan seperti:

Pendidikan Kebencanaan

Mahasiswa dapat diberikan pemahaman mengenai mitigasi bencana, manajemen risiko, dan strategi penanganan darurat sebagai bagian dari penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Penelitian Kebencanaan

Perguruan tinggi memiliki kemampuan untuk melakukan penelitian mengenai potensi risiko bencana, pemetaan wilayah rawan, hingga pengembangan model mitigasi berbasis masyarakat.

Pengabdian kepada Masyarakat

Melalui program pengabdian, dosen dan mahasiswa dapat terlibat langsung dalam edukasi masyarakat, simulasi evakuasi, pelatihan kebencanaan, dan pendampingan komunitas.

Kolaborasi dengan GMLS membuka peluang besar bagi Universitas Setia Budhi untuk mengintegrasikan aspek akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.


GMLS dan Komitmennya dalam Edukasi Mitigasi Bencana

Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) merupakan komunitas yang secara aktif melakukan berbagai kegiatan edukasi dan mitigasi kebencanaan di wilayah Lebak Selatan.

Organisasi ini dibentuk pada tahun 2020 sebagai respons terhadap tingginya risiko bencana di kawasan pesisir selatan Banten.

Sejak berdiri, GMLS terus melakukan berbagai program, antara lain:

  • Sosialisasi mitigasi gempa bumi
  • Edukasi kesiapsiagaan tsunami
  • Pelatihan evakuasi mandiri
  • Simulasi tanggap darurat
  • Penguatan kapasitas relawan masyarakat
  • Penyebaran informasi kebencanaan

Berbagai kegiatan tersebut bertujuan membangun kesadaran masyarakat agar lebih siap menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam.


Ancaman Gempa Megathrust dan Tsunami di Lebak Selatan

Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi gempa megathrust dan tsunami.

Wilayah selatan Pulau Jawa dikenal berada di jalur subduksi aktif yang berpotensi menghasilkan gempa bumi berkekuatan besar.

Beberapa kajian ilmiah menunjukkan bahwa zona megathrust selatan Jawa memiliki potensi memicu:

  • Gempa bumi besar
  • Tsunami
  • Kerusakan infrastruktur
  • Gangguan sosial dan ekonomi

Karena itu, edukasi dan mitigasi menjadi langkah yang sangat penting untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian material.

Abah Lala menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami langkah-langkah penyelamatan diri sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.

“Harapannya seluruh kelompok masyarakat dapat siap menghadapi bahaya gempa dan tsunami yang mungkin terjadi di wilayah ini.”


Universitas Setia Budhi Apresiasi Sinergi Kebencanaan

Rektor Universitas Setia Budhi, Prof. Suherman, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya penandatanganan MoU Penanggulangan Bencana antara universitas dan GMLS.

Menurut beliau, kolaborasi ini merupakan bentuk nyata sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan komunitas masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kebencanaan.

“Penandatanganan MoU ini dilakukan sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi dalam penanganan bencana yang terjadi di dalam maupun sekitar kawasan Lebak Selatan, khususnya yang dikelola oleh GMLS,” ujar Prof. Suherman.

Beliau menambahkan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.


Mahasiswa sebagai Agen Perubahan dalam Mitigasi Bencana

Salah satu manfaat penting dari kerja sama ini adalah keterlibatan mahasiswa dalam berbagai program kebencanaan.

Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang mampu menyebarkan informasi dan edukasi kepada masyarakat.

Melalui program kolaboratif dengan GMLS, mahasiswa dapat:

  • Mengikuti penelitian lapangan
  • Terlibat dalam edukasi kebencanaan
  • Membantu simulasi evakuasi
  • Menjadi relawan mitigasi bencana
  • Mengembangkan inovasi kebencanaan berbasis teknologi

Pengalaman tersebut tidak hanya memperkaya kompetensi akademik mahasiswa, tetapi juga membangun kepedulian sosial dan kemampuan kepemimpinan mereka.


Penguatan Community Resilience Programme

MoU ini juga mendukung pelaksanaan Community Resilience Programme atau program ketangguhan masyarakat.

Konsep ketangguhan masyarakat menjadi salah satu pendekatan penting dalam manajemen risiko bencana modern.

Masyarakat yang tangguh memiliki kemampuan untuk:

  • Mengenali ancaman bencana
  • Melakukan mitigasi mandiri
  • Merespons situasi darurat dengan cepat
  • Pulih lebih cepat pascabencana

Melalui kerja sama ini, berbagai program pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.


Dampak Positif Kerja Sama bagi Masyarakat

Kerja sama antara Universitas Setia Budhi dan GMLS diharapkan memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, antara lain:

1. Meningkatkan Kesadaran Kebencanaan

Masyarakat menjadi lebih memahami potensi risiko yang ada di wilayahnya.

2. Mengurangi Risiko Korban Bencana

Melalui edukasi dan simulasi, masyarakat dapat mengetahui langkah penyelamatan diri yang benar.

3. Meningkatkan Kapasitas Komunitas

Komunitas lokal menjadi lebih siap menghadapi berbagai kondisi darurat.

4. Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

Mitigasi bencana yang baik akan membantu menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.


Komitmen Bersama Mewujudkan Lebak Selatan yang Tangguh Bencana

Penandatanganan MoU Penanggulangan Bencana ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang lebih siap dan tangguh menghadapi ancaman bencana.

Kolaborasi antara dunia akademik dan komunitas kebencanaan diharapkan dapat menjadi model sinergi yang mampu memberikan dampak positif bagi daerah lain.

Dengan menggabungkan pendekatan ilmiah, edukasi masyarakat, dan pemberdayaan komunitas, berbagai upaya mitigasi dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.


Penutup

MoU Penanggulangan Bencana antara GMLS dan Universitas Setia Budhi menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya mitigasi bencana di Lebak Selatan. Kerja sama ini tidak hanya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan komunitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan tsunami.

Melalui kolaborasi ini, Universitas Setia Budhi menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak langsung bagi lingkungan sekitar. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan Lebak Selatan dapat menjadi wilayah yang lebih tangguh, siap, dan resilien dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di masa depan.