Posted in

Mahasiswa Universitas Setia Budhi Ikuti Kuliah Publik Internasional Global South di TIM Jakarta

Mahasiswa Universitas Setia Budhi Ikuti Kuliah Publik Internasional Global South di TIM Jakarta
kuliah publik

Mahasiswa Universitas Setia Budhi kembali menunjukkan peran aktifnya dalam forum akademik berskala internasional. Kali ini, mereka turut berpartisipasi dalam kuliah publik bertajuk “The Global South Today: Crisis, Resistance, and New Possibilities” yang diselenggarakan di Aula Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, pada Senin, 20 April 2026.

Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, mahasiswa, aktivis, hingga masyarakat umum. Antusiasme yang tinggi terlihat dari penuhnya ruang Teater Besar TIM, menandakan besarnya perhatian terhadap isu-isu global yang dibahas dalam forum tersebut.

Partisipasi mahasiswa Universitas Setia Budhi dalam kuliah publik internasional ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperluas wawasan global mahasiswa serta mendorong keterlibatan aktif dalam diskursus intelektual dunia.


Mahasiswa Universitas Setia Budhi Kuliah Publik Internasional Bahas Global South

Kuliah publik internasional ini mengangkat tema besar mengenai dinamika negara-negara Global South, yang mencakup berbagai isu strategis seperti krisis global, perlawanan sosial, serta peluang masa depan.

Acara ini diselenggarakan oleh:

  • Megawati Institute
  • Marjin Kiri
  • Global Development Network (GDN)
  • Historia.ID

Kolaborasi lintas lembaga ini menunjukkan bahwa isu Global South tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam kehidupan sosial dan politik global.

Bagi mahasiswa Universitas Setia Budhi, keikutsertaan dalam kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam memahami realitas global yang kompleks.


Bonnie Triyana Tekankan Pentingnya Perspektif Sejarah

Acara dibuka dengan sambutan dari Bonnie Triyana, seorang sejarawan sekaligus anggota DPR RI Komisi X.

Dalam pidatonya, Bonnie menyoroti pentingnya memahami sejarah sebagai alat untuk membaca realitas masa kini.

Ia menyampaikan bahwa:

“Bangsa-bangsa Global South tidak pernah sepenuhnya keluar dari bayang-bayang imperialisme.”

Menurutnya, bentuk imperialisme memang berubah, tetapi esensinya tetap sama, yaitu dominasi terhadap negara berkembang.

Ia juga mengingatkan pentingnya:

  • Kesadaran historis
  • Perspektif kritis
  • Solidaritas antar negara berkembang

Bagi mahasiswa Universitas Setia Budhi, pemaparan ini menjadi refleksi penting dalam memahami posisi Indonesia di tengah dinamika global.


Vijay Prashad Bahas Krisis dan Perlawanan Global South

Puncak acara diisi oleh kuliah publik dari Vijay Prashad, seorang sejarawan dan jurnalis internasional asal India.

Sebagai Direktur Eksekutif Tricontinental: Institute for Social Research, Prashad dikenal luas sebagai pemikir yang fokus pada sejarah dan politik Global South.

Dalam paparannya, ia membahas tiga isu utama:

1. Krisis Global South

Prashad menjelaskan bahwa negara-negara Global South saat ini menghadapi berbagai krisis multidimensi, seperti:

  • Perubahan iklim
  • Utang luar negeri
  • Ketidakstabilan geopolitik

2. Perlawanan Global

Ia juga menyoroti munculnya berbagai bentuk perlawanan, mulai dari gerakan akar rumput hingga solidaritas internasional.

3. Peluang Baru

Menurutnya, masa depan Global South terletak pada solidaritas antar negara berkembang.

“Kita harus menjadi subjek dari sejarah kita sendiri,” tegasnya.

Pernyataan ini menjadi salah satu momen paling kuat dalam kuliah publik tersebut.


Diskusi Interaktif Dipandu Hilmar Farid

Diskusi dalam kuliah publik ini berlangsung dalam format talkshow yang dipandu oleh Hilmar Farid.

Sebagai Direktur Eksekutif Megawati Institute, ia berhasil mengarahkan diskusi dengan tajam dan kritis.

Beberapa topik yang dibahas antara lain:

  • Peran Indonesia dalam Global South
  • Hubungan ekonomi global
  • Pengaruh lembaga internasional seperti IMF dan Bank Dunia

Diskusi ini memberikan wawasan yang lebih luas bagi mahasiswa Universitas Setia Budhi dalam memahami dinamika global.


Isu Palestina, Sudan, dan Haiti Jadi Sorotan

Dalam kuliahnya, Vijay Prashad juga menyoroti kondisi negara-negara seperti:

  • Palestina
  • Sudan
  • Haiti

Ketiga negara ini disebut sebagai contoh nyata bagaimana tekanan global masih terjadi hingga saat ini.

Ia menekankan pentingnya membangun counter-narrative, yaitu narasi tandingan terhadap dominasi media Barat.

Hal ini menjadi pembelajaran penting bagi mahasiswa Universitas Setia Budhi dalam memahami bagaimana informasi global dibentuk.


Penampilan Seni Perkuat Nuansa Perlawanan

Acara ini tidak hanya berisi diskusi akademik, tetapi juga dimeriahkan dengan penampilan seni.

Gugun Blues Shelter tampil berkolaborasi dengan Usman and The Black Stones.

Penampilan ini menghadirkan musik blues dengan pesan sosial yang kuat.

Kehadiran seni dalam acara ini memperkuat tema besar tentang:

  • Perlawanan
  • Solidaritas
  • Harapan


Komitmen Universitas Setia Budhi dalam Pengembangan Mahasiswa

Keikutsertaan mahasiswa Universitas Setia Budhi dalam kuliah publik internasional ini mencerminkan komitmen kampus dalam mencetak generasi yang berwawasan global.

Universitas Setia Budhi terus mendorong mahasiswa untuk:

  • Aktif dalam forum akademik
  • Mengikuti diskusi global
  • Mengembangkan pola pikir kritis

Kampus menyadari bahwa mahasiswa tidak hanya perlu unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman global yang kuat.


Penguatan Wawasan Global dan Nasional

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang isu internasional, tetapi juga memahami relevansi isu tersebut terhadap Indonesia.

Hal ini penting karena:

  • Indonesia adalah bagian dari Global South
  • Memiliki sejarah panjang perjuangan
  • Berperan dalam Gerakan Non-Blok

Dengan memahami konteks ini, mahasiswa dapat melihat hubungan antara lokal dan global secara lebih jelas.


Akses Digital Perluas Dampak Akademik

Kuliah publik ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Historia.ID.

Hal ini memungkinkan:

  • Mahasiswa lain untuk ikut belajar
  • Masyarakat umum mengakses informasi
  • Diskusi tetap berlanjut secara digital

Bagi civitas akademika Universitas Setia Budhi, akses ini menjadi peluang untuk memperluas wawasan tanpa batas ruang.

Sc : USBR


Kesimpulan

Partisipasi mahasiswa Universitas Setia Budhi dalam kuliah publik internasional ini menjadi langkah nyata dalam membangun generasi yang kritis, adaptif, dan berwawasan global.

Melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga perspektif baru dalam melihat dunia.

Dengan komitmen yang kuat terhadap pengembangan mahasiswa, Universitas Setia Budhi terus menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan yang siap menghadapi tantangan global di masa depan.