Literasi sejarah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter kebangsaan generasi muda. Di tengah arus globalisasi dan derasnya informasi digital, pemahaman sejarah yang kritis menjadi kebutuhan penting agar pelajar tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Sejarah bukan sekadar hafalan peristiwa masa lalu, melainkan sumber nilai, refleksi, dan pembelajaran untuk kehidupan berbangsa dan bernegara.
Berangkat dari kesadaran tersebut, mahasiswa Program Studi Sejarah Universitas Setia Budhi menyelenggarakan kegiatan Literasi Sejarah bertema “Revitalisasi Nilai-Nilai Sejarah melalui Literasi Kritis untuk Menguatkan Karakter Kebangsaan Siswa”. Kegiatan ini dilaksanakan di SMKN 2 Lebak pada Selasa, 7 Januari 2026, dan diikuti oleh 50 siswa sebagai peserta aktif.
Kegiatan ini menjadi bagian nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus kontribusi akademik dalam mendukung penguatan pendidikan karakter di Kabupaten Lebak.
Literasi Sejarah sebagai Pendekatan Pendidikan Kritis
Dalam konteks pendidikan modern, literasi sejarah tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca teks sejarah. Literasi sejarah mencakup kemampuan berpikir kritis, menganalisis sumber, memahami konteks sosial, serta menarik nilai moral dan kebangsaan dari peristiwa sejarah.
Melalui pendekatan literasi kritis, mahasiswa Program Studi Sejarah Universitas Setia Budhi mengajak siswa untuk:
- Memahami sejarah secara reflektif
- Mengaitkan peristiwa masa lalu dengan kondisi kekinian
- Menumbuhkan sikap nasionalisme dan tanggung jawab sosial
- Menghindari sikap apatis terhadap isu kebangsaan
Pendekatan ini dianggap relevan untuk membentuk pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat.
Peran Universitas Setia Budhi dalam Penguatan Karakter Pelajar
Kegiatan literasi sejarah ini secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Setia Budhi, Iman Sampurna, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa literasi sejarah merupakan fondasi penting dalam pembangunan karakter generasi muda.
“Literasi sejarah menjadi fondasi penting dalam membangun karakter kebangsaan siswa. Sejarah tidak hanya dipelajari untuk mengenang masa lalu, tetapi untuk menanamkan nilai nasionalisme, tanggung jawab, dan kesadaran sebagai warga negara,” ujar Iman Sampurna.
Rektor juga menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam menjawab tantangan degradasi nilai kebangsaan di kalangan pelajar.
Melalui kegiatan seperti ini, Universitas Setia Budhi menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan.
Mahasiswa sebagai Agen Literasi dan Perubahan Sosial
Mahasiswa Program Studi Sejarah berperan sebagai fasilitator sekaligus agen perubahan dalam kegiatan literasi sejarah ini. Mereka tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membangun dialog kritis bersama siswa melalui diskusi interaktif, studi kasus, dan refleksi nilai sejarah.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa:
- Menggunakan metode diskusi kelompok
- Mengangkat contoh peristiwa sejarah nasional dan lokal
- Mengaitkan nilai sejarah dengan kehidupan pelajar sehari-hari
- Mendorong siswa berpikir kritis dan berani berpendapat
Model pembelajaran ini menciptakan suasana yang aktif dan partisipatif, sehingga siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga subjek pembelajaran.
Penguatan Nilai Kebangsaan Melalui Sejarah
Salah satu tujuan utama literasi sejarah adalah memperkuat nilai kebangsaan. Nilai-nilai seperti nasionalisme, persatuan, toleransi, dan cinta tanah air dapat ditanamkan secara efektif melalui pemahaman sejarah yang kontekstual.
Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami:
- Makna perjuangan para pahlawan
- Pentingnya persatuan dalam keberagaman
- Dampak negatif perpecahan bangsa
- Peran generasi muda dalam menjaga keutuhan NKRI
Pendekatan ini membantu siswa menyadari bahwa sejarah bukan cerita masa lalu yang jauh, melainkan bagian dari identitas dan tanggung jawab mereka sebagai generasi penerus bangsa.
Dampak Positif bagi Pelajar SMKN 2 Lebak
Kegiatan literasi sejarah yang dilaksanakan Universitas Setia Budhi memberikan dampak positif bagi siswa SMKN 2 Lebak. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung, khususnya dalam sesi diskusi dan tanya jawab.
Beberapa manfaat yang dirasakan siswa antara lain:
- Meningkatnya pemahaman sejarah nasional
- Tumbuhnya kesadaran akan pentingnya nilai kebangsaan
- Terlatih berpikir kritis dan analitis
- Meningkatnya kepercayaan diri dalam menyampaikan pendapat
Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran alternatif di luar kelas yang menyenangkan dan bermakna.

Literasi Sejarah dan Tantangan Generasi Muda
Di era digital, generasi muda dihadapkan pada tantangan serius berupa disinformasi, hoaks sejarah, dan lunturnya nilai kebangsaan. Oleh karena itu, literasi sejarah menjadi alat penting untuk membentengi pelajar dari pemahaman keliru tentang sejarah dan identitas bangsa.
Universitas Setia Budhi memandang bahwa literasi sejarah harus terus dikembangkan melalui:
- Kegiatan pengabdian masyarakat
- Kolaborasi dengan sekolah
- Pendekatan kontekstual dan kritis
- Peran aktif mahasiswa sebagai pendamping literasi
Upaya ini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang tidak hanya melek sejarah, tetapi juga memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Komitmen Berkelanjutan Universitas Setia Budhi
Melalui kegiatan literasi sejarah ini, Universitas Setia Budhi menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam penguatan pendidikan karakter di Kabupaten Lebak. Kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah.
Universitas Setia Budhi percaya bahwa penguatan karakter kebangsaan harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara konsisten melalui pendidikan, literasi, dan keterlibatan aktif perguruan tinggi di tengah masyarakat.
Kesimpulan
Literasi sejarah merupakan instrumen penting dalam membangun karakter kebangsaan pelajar. Melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa Program Studi Sejarah Universitas Setia Budhi di SMKN 2 Lebak, nilai-nilai sejarah berhasil dihidupkan kembali secara kritis dan relevan.
Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat menjadi solusi efektif dalam menghadapi tantangan degradasi nilai kebangsaan. Dengan pendekatan literasi sejarah yang tepat, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi warga negara yang berkarakter, nasionalis, dan bertanggung jawab.
