Posted in

Transformasi Tata Kelola Menuju Kampus Adaptif dan Bereputasi, Universitas Setia Budhi Gelar Capacity Building

Transformasi Tata Kelola Menuju Kampus Adaptif dan Bereputasi, Universitas Setia Budhi Gelar Capacity Building
Transformasi Tata Kelola

Universitas Setia Budhi menyelenggarakan kegiatan Capacity Building dengan tema “Transformasi Tata Kelola dan Inovasi Berkelanjutan demi Terwujudnya Universitas Setia Budhi yang Adaptif, Bermutu, dan Bereputasi.” Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat transformasi tata kelola kampus sebagai fondasi utama menuju institusi pendidikan tinggi yang profesional dan berdaya saing.

Acara yang dilaksanakan pada Kamis (12/02/2026) tersebut dihadiri oleh Ketua Yayasan, jajaran pimpinan universitas, para dosen, serta tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan Universitas Setia Budhi. Kehadiran seluruh elemen sivitas akademika mencerminkan komitmen kolektif untuk melakukan pembenahan sistem secara menyeluruh.

Dalam era pendidikan tinggi yang semakin kompetitif, transformasi tata kelola kampus bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis. Perguruan tinggi dituntut untuk adaptif terhadap perubahan regulasi, perkembangan teknologi, serta tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan.


Pentingnya Transformasi Tata Kelola Kampus

Transformasi tata kelola kampus menjadi isu sentral dalam diskursus pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembelajaran, tetapi juga sebagai institusi yang harus menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas dalam setiap kebijakan.

Ketua Yayasan Universitas Setia Budhi, Drs. Joko Guntoro, dalam sambutannya menegaskan bahwa perubahan paradigma kerja menjadi inti dari transformasi tata kelola kampus.

“Transformasi tata kelola bukan sekadar perubahan administratif, melainkan perubahan paradigma dalam bekerja. Kita harus membangun budaya mutu yang konsisten, disiplin dalam sistem, serta adaptif terhadap perkembangan regulasi dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, konsolidasi internal dan penyamaan visi menjadi langkah awal dalam membangun reputasi institusi yang kuat. Tanpa kesatuan arah, transformasi kampus tidak akan berjalan optimal.


Capacity Building sebagai Langkah Strategis

Rektor Universitas Setia Budhi, Iman Sampurna, M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan capacity building ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari implementasi visi dan misi universitas.

Menurutnya, transformasi tata kelola kampus harus berbasis data, terukur, serta berorientasi pada peningkatan mutu akademik maupun non-akademik.

“Universitas Setia Budhi harus mampu merespons perubahan dengan cepat dan tepat. Transformasi tata kelola yang kita lakukan harus berbasis data dan terukur. Inovasi berkelanjutan adalah kunci agar kampus tetap relevan dan memiliki daya saing,” tegasnya.

Capacity building ini dirancang untuk memperkuat kompetensi sumber daya manusia, memperjelas sistem koordinasi antarunit, serta menyatukan langkah strategis dalam meningkatkan kinerja tridharma perguruan tinggi.


Penguatan Good University Governance

Dalam kegiatan tersebut, hadir narasumber Prof. Dr. Asep Muhyidin, M.Pd., yang memaparkan strategi penguatan tata kelola perguruan tinggi berbasis good university governance.

Ia menjelaskan bahwa transformasi kampus harus mengintegrasikan tiga aspek utama:

  1. Perencanaan strategis yang terukur
  2. Sistem penjaminan mutu internal yang konsisten
  3. Kepemimpinan transformasional

Menurut Prof. Asep, perguruan tinggi yang adaptif adalah institusi yang mampu membangun sistem kokoh sekaligus fleksibel terhadap dinamika perubahan.

“Tata kelola yang baik harus ditopang oleh komitmen pimpinan, kompetensi SDM, dan budaya inovasi berkelanjutan. Tanpa itu, sulit bagi institusi untuk mencapai reputasi yang kuat,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi antara visi institusi dengan indikator kinerja utama (IKU) agar setiap program memiliki arah dan ukuran keberhasilan yang jelas.


Integrasi Tata Kelola dan Inovasi Berkelanjutan

Transformasi kampus di Universitas Setia Budhi tidak hanya difokuskan pada aspek administratif, tetapi juga pada penguatan budaya inovatif.

Inovasi dalam konteks pendidikan tinggi mencakup:

  • Pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri
  • Digitalisasi sistem akademik
  • Penguatan riset kolaboratif
  • Peningkatan kualitas layanan mahasiswa

Dengan integrasi sistem tata kelola yang solid dan inovasi berkelanjutan, universitas diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten serta memiliki daya saing global.


Penguatan Tridharma Perguruan Tinggi

Transformasi tata kelola kampus juga diarahkan untuk mengoptimalkan pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, yaitu:

  1. Pendidikan dan Pengajaran
  2. Penelitian
  3. Pengabdian kepada Masyarakat

Melalui sistem tata kelola yang profesional, pelaksanaan tridharma menjadi lebih terstruktur dan berdampak nyata.

Universitas Setia Budhi menargetkan peningkatan kualitas publikasi ilmiah, kolaborasi penelitian lintas institusi, serta pengabdian masyarakat berbasis kebutuhan lokal dan nasional.


Membangun Budaya Mutu yang Konsisten

Salah satu poin penting dalam transformasi tata kelola kampus adalah pembangunan budaya mutu (quality culture). Budaya mutu bukan hanya tanggung jawab pimpinan, tetapi seluruh sivitas akademika.

Budaya mutu mencakup:

  • Disiplin dalam pelaporan
  • Kepatuhan terhadap standar akademik
  • Evaluasi berkala berbasis data
  • Transparansi dalam pengambilan keputusan

Dengan budaya mutu yang kuat, reputasi institusi akan terbentuk secara alami melalui konsistensi kinerja.


Menuju Kampus Adaptif dan Bereputasi

Universitas Setia Budhi menegaskan bahwa tujuan akhir dari transformasi tata kelola kampus adalah terciptanya institusi yang adaptif dan bereputasi.

Kampus adaptif berarti:

  • Responsif terhadap regulasi pendidikan
  • Siap menghadapi perubahan teknologi
  • Fleksibel dalam pengembangan program

Sementara kampus bereputasi berarti:

  • Diakui kualitas akademiknya
  • Memiliki lulusan berdaya saing
  • Dipercaya oleh masyarakat

Capacity building ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun sinergi antarunit kerja, meningkatkan profesionalisme sivitas akademika, serta memperkuat positioning Universitas Setia Budhi di tingkat regional maupun nasional.


Komitmen Jangka Panjang

Transformasi tata kelola kampus bukan program jangka pendek. Ini adalah proses berkelanjutan yang membutuhkan evaluasi rutin, perbaikan sistem, serta komitmen bersama.

Melalui kegiatan ini, Universitas Setia Budhi menegaskan tekadnya untuk terus melakukan pembenahan institusi secara sistematis dan terukur. Dengan tata kelola yang kuat, inovasi yang konsisten, serta kepemimpinan yang visioner, universitas optimistis mampu menghadapi tantangan pendidikan tinggi di masa depan.


Kesimpulan

Kegiatan Capacity Building yang diselenggarakan Universitas Setia Budhi menjadi langkah strategis dalam memperkuat transformasi tata kelola kampus menuju institusi yang adaptif, bermutu, dan bereputasi.

Dengan penguatan good university governance, budaya inovatif, serta optimalisasi tridharma perguruan tinggi, Universitas Setia Budhi menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan kontribusi akademik.

Transformasi tata kelola kampus bukan sekadar wacana, tetapi agenda nyata untuk membangun masa depan institusi yang lebih unggul dan kompetitif.