Posted in

Budaya Lokal Banten: 7 Aksi Nyata Mahasiswa Setia Budhi Lestarikan Tradisi Daerah

Budaya Lokal Banten: 7 Aksi Nyata Mahasiswa Setia Budhi Lestarikan Tradisi Daerah
Budaya Lokal Banten

Pendahuluan

Pelestarian budaya lokal Banten menjadi salah satu tantangan penting di tengah arus modernisasi dan globalisasi yang terus berkembang. Nilai-nilai tradisi, adat istiadat, serta kearifan lokal berpotensi tergerus jika tidak dikenalkan dan diwariskan kepada generasi muda secara berkelanjutan.

Menyadari pentingnya peran generasi muda dalam menjaga identitas budaya daerah, Mahasiswa Universitas Setia Budhi menunjukkan komitmen nyata melalui kegiatan Kapita Selekta Kebantenan (KSB). Kegiatan ini menjadi sarana akademik sekaligus praktik lapangan bagi mahasiswa untuk menggali, memahami, dan mendokumentasikan tradisi serta budaya lokal Banten secara langsung di tengah masyarakat.


Mahasiswa Setia Budhi Fokus Menggali Budaya Lokal Banten

Kegiatan Kapita Selekta Kebantenan (KSB) yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Setia Budhi berlangsung di Desa Cibarengkok, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Banten. Desa ini dipilih karena masih memiliki kekayaan tradisi dan budaya lokal yang terjaga dengan baik oleh masyarakatnya.

Ketua Pelaksana kegiatan, Musail Waedurat, menjelaskan bahwa KSB tahun ini mengusung tema “Kenali Tradisi – Lestarikan Budaya”. Tema tersebut mencerminkan semangat mahasiswa untuk tidak hanya mempelajari budaya secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengenalan dan pelestariannya.

“Ini kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun selama tiga hari oleh Universitas Setia Budhi pada mata kuliah Kapita Selekta Kebantenan,” ujar Musail, Sabtu (6/7/2024).


Kapita Selekta Kebantenan sebagai Media Pembelajaran Kontekstual

Kapita Selekta Kebantenan merupakan mata kuliah khas yang dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap sejarah, adat istiadat, dan nilai budaya Banten. Melalui pendekatan pembelajaran kontekstual, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga langsung berinteraksi dengan masyarakat lokal.

Pada pelaksanaan KSB di Desa Cibarengkok, mahasiswa melakukan berbagai aktivitas, antara lain:

  • Observasi tradisi dan adat istiadat masyarakat
  • Wawancara dengan tokoh adat dan masyarakat setempat
  • Dokumentasi budaya lokal
  • Diskusi kelompok terkait nilai dan makna tradisi

Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan bermakna bagi mahasiswa.


Tantangan dan Antusiasme Mahasiswa Setia Budhi

Musail Waedurat mengungkapkan bahwa pelaksanaan KSB tahun ini memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah keterlibatan seluruh mahasiswa semester 6, yang membuat koordinasi dan pengelolaan kegiatan menjadi lebih kompleks.

“Kegiatan ini juga pertama kali melibatkan seluruh mahasiswa semester 6, sehingga dalam pengelolaan ini banyak tantangan bagi kami sebagai panitia,” jelasnya.

Meski demikian, antusiasme mahasiswa tetap tinggi. Mereka menunjukkan semangat kolaborasi, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap budaya lokal Banten sebagai bagian dari identitas daerah.


Dosen Setia Budhi: KSB Jadi Sarana Pelestarian Budaya

Dosen Universitas Setia Budhi Bidang Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Tofik Suharto, menilai kegiatan KSB memiliki peran strategis dalam pelestarian budaya daerah.

Menurutnya, KSB tahun ini menjadi yang terbesar sejak pertama kali diselenggarakan di kampus. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang melibatkan seluruh mahasiswa, baik dari tingkat cabang hingga pusat.

“Tahun ini merupakan peserta terbanyak semenjak adanya kegiatan KSB di kampus kami ini,” ujar Tofik Suharto yang turut hadir mendampingi mahasiswa.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan budaya merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.


Peran Desa Cibarengkok dalam Menjaga Budaya Lokal Banten

Desa Cibarengkok dikenal sebagai salah satu desa yang masih menjaga adat dan tradisi lokal secara turun-temurun. Kegiatan KSB menjadi momentum penting bagi desa untuk memperkenalkan kekayaan budayanya kepada generasi muda dan masyarakat luas.

Kepala Desa Cibarengkok, Ika Sukandi, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas dipilihnya desanya sebagai lokasi kegiatan KSB Mahasiswa Setia Budhi.

“Alhamdulillah, adat kami bisa dikenal banyak orang, sehingga ini tidak punah ditelan zaman,” ungkap Ika.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi motivasi tersendiri bagi warga desa untuk terus menjaga dan melestarikan budaya yang ada.


Mahasiswa sebagai Agen Pelestari Budaya

Melalui kegiatan KSB, Mahasiswa Setia Budhi tidak hanya berperan sebagai peserta pembelajaran, tetapi juga sebagai agen pelestari budaya lokal Banten. Mereka diharapkan mampu:

  • Mendokumentasikan tradisi secara akademik
  • Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya budaya lokal
  • Menyebarluaskan nilai budaya melalui karya ilmiah dan media

Peran mahasiswa menjadi sangat penting dalam menjembatani nilai-nilai tradisional dengan pendekatan akademik dan teknologi modern.


Integrasi Budaya Lokal dalam Pendidikan Tinggi

Universitas Setia Budhi menempatkan budaya lokal sebagai bagian penting dalam pengembangan kurikulum pendidikan. Melalui mata kuliah seperti Kapita Selekta Kebantenan, kampus berupaya mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan budaya.

Integrasi budaya lokal dalam pendidikan tinggi diharapkan mampu:

  • Memperkuat identitas daerah
  • Menumbuhkan rasa cinta tanah air
  • Menjaga keberlanjutan tradisi lokal


Harapan untuk Pelestarian Budaya Banten ke Depan

Kegiatan KSB di Desa Cibarengkok menjadi contoh nyata sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menjaga budaya lokal Banten. Mahasiswa, dosen, dan pemerintah desa bersama-sama berperan aktif dalam proses pelestarian budaya.

Ke depan, Universitas Setia Budhi berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan, baik dari sisi cakupan wilayah, metode penelitian, maupun hasil dokumentasi budaya.

Dengan keterlibatan generasi muda, budaya lokal Banten diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga dikenal lebih luas sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.


Kesimpulan

Mahasiswa Setia Budhi melalui kegiatan Kapita Selekta Kebantenan telah menunjukkan peran aktif dalam menggali dan melestarikan budaya lokal Banten. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran akademik, tetapi juga wujud nyata kepedulian terhadap warisan budaya daerah.

Kolaborasi antara mahasiswa, dosen, dan masyarakat Desa Cibarengkok menjadi fondasi penting dalam menjaga tradisi agar tidak punah ditelan zaman. Dengan semangat “Kenali Tradisi – Lestarikan Budaya”, Universitas Setia Budhi terus berkomitmen mencetak generasi muda yang berbudaya, berkarakter, dan berkontribusi bagi daerah.