Universitas Setia Budhi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS/BSRS). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat langsung dalam pendampingan masyarakat penerima bantuan perumahan.
Bimtek tenaga fasilitator lapangan yang dilaksanakan pada Kamis (05/03/2026) ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi para fasilitator agar mampu menjalankan tugas pendampingan secara profesional, transparan, dan tepat sasaran.
Program BSPS sendiri merupakan salah satu program pemerintah yang bertujuan membantu masyarakat berpenghasilan rendah dalam mewujudkan rumah layak huni melalui pendekatan swadaya.
Pentingnya Bimtek Tenaga Fasilitator Lapangan
Bimtek tenaga fasilitator lapangan menjadi bagian penting dalam keberhasilan implementasi program bantuan perumahan. Tenaga fasilitator memiliki peran utama sebagai penghubung antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat penerima manfaat.
Melalui kegiatan ini, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai:
- Mekanisme program BSPS/BSRS
- Prosedur pendampingan masyarakat
- Sistem pelaporan program
- Transparansi penggunaan bantuan
- Penguatan komunikasi lapangan
Dengan adanya bimtek tenaga fasilitator lapangan, diharapkan setiap pendamping memiliki pemahaman yang menyeluruh terkait proses teknis dan administratif program.
Dukungan dari Pemerintah dan Stakeholder
Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), yaitu Adang Sutarya dan Ega Yuly Toraga, serta Adi Firman selaku Tenaga Ahli (TA) Pemberdayaan Program BSRS.
Kehadiran pihak pemerintah memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan instansi teknis dalam mendukung program pembangunan masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran pimpinan Universitas Setia Budhi, di antaranya:
- Dr. Mukhtar Ridwan, M.Pd. (Wakil Rektor I)
- Samsu Bahri, M.Pd. (Wakil Rektor III)
- Wandi S. Assayid, M.M. (Ketua LPPM)
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci penting dalam memastikan bimtek tenaga fasilitator lapangan berjalan efektif dan menghasilkan dampak nyata.
Peran Strategis Tenaga Fasilitator Lapangan
Dalam sambutannya, perwakilan Perkim, Adang Sutarya, menegaskan bahwa peran TFL sangat menentukan keberhasilan program bantuan perumahan.
“Tenaga Fasilitator Lapangan memiliki peran yang sangat penting dalam keberhasilan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya.”
Menurutnya, fasilitator tidak hanya bertugas mendampingi secara administratif, tetapi juga membantu masyarakat memahami proses pembangunan rumah secara bertahap.
Bimtek tenaga fasilitator lapangan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendampingan sehingga program benar-benar tepat sasaran.
Kontribusi Universitas dalam Pengabdian Masyarakat
Wakil Rektor I Universitas Setia Budhi, Dr. Mukhtar Ridwan, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
“Universitas memiliki peran strategis tidak hanya dalam bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga dalam pengabdian kepada masyarakat.”
Ia menegaskan bahwa bimtek tenaga fasilitator lapangan merupakan bentuk nyata kontribusi kampus dalam mendukung pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat akademik, tetapi juga agen perubahan sosial.

Meningkatkan Kompetensi SDM Lapangan
Salah satu tujuan utama dari bimtek tenaga fasilitator lapangan adalah peningkatan kapasitas SDM yang terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat.
Materi yang diberikan meliputi:
1. Pemahaman Program BSPS
Peserta dibekali pemahaman mengenai regulasi, mekanisme penyaluran bantuan, serta standar rumah layak huni.
2. Pendampingan Sosial
Fasilitator dilatih untuk membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat.
3. Monitoring dan Evaluasi
Peserta mempelajari cara memantau progres pembangunan rumah dan menyusun laporan berkala.
4. Transparansi dan Akuntabilitas
Penting untuk memastikan penggunaan bantuan sesuai ketentuan.
Mendukung Rumah Layak Huni bagi Masyarakat
Program BSPS/BSRS memiliki tujuan utama membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian yang layak.
Melalui bimtek tenaga fasilitator lapangan, Universitas Setia Budhi ikut berkontribusi dalam mendukung target pemerintah untuk meningkatkan kualitas perumahan masyarakat.
Rumah layak huni bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga berkaitan dengan kualitas hidup, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga.
Sinergi Kampus, Pemerintah, dan Masyarakat
Salah satu kekuatan utama kegiatan ini adalah sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
Kolaborasi ini menciptakan model pemberdayaan yang berkelanjutan karena:
- Pemerintah menyediakan kebijakan dan program
- Kampus mendukung peningkatan kapasitas SDM
- Masyarakat menjadi penerima manfaat
Bimtek tenaga fasilitator lapangan menjadi jembatan utama dalam memperkuat kolaborasi tersebut.
Dampak Jangka Panjang
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pelatihan saja, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang.
Beberapa dampak yang diharapkan:
- Peningkatan kualitas rumah masyarakat
- SDM lapangan yang lebih profesional
- Pelaksanaan program yang lebih transparan
- Penguatan peran perguruan tinggi dalam pemberdayaan
Universitas Setia Budhi menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program pembangunan masyarakat melalui pendekatan akademik dan praktis.
Kesimpulan
Bimtek tenaga fasilitator lapangan yang diselenggarakan Universitas Setia Budhi menjadi langkah strategis dalam mendukung Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya.
Melalui peningkatan kapasitas fasilitator, penguatan sinergi dengan pemerintah, serta pendampingan masyarakat yang lebih optimal, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam mewujudkan rumah layak huni.
Kegiatan ini juga menunjukkan peran penting perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat dan pembangunan sosial berkelanjutan.
