Sikap Resmi Badan Eksekutif Mahasiswa STISIP Setia Budhi terhadap Pemilihan Kepala Desa Serentak Kabupaten Lebak 2021

Foto: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Setia Budhi Rangkasbitung menyampaikan press release dalam Pemilihan Kepala Desa yang akan digelar secara serentak di Kabupaten Lebak 2021/Humas

Lebak – Beberapa hari ke depan, Pemilihan Kepala Desa secara serentak akan segera digelar di wilayah Kabupaten Lebak. Sudah menjadi rahasia umum bahwa perhelatan proses elektoral di aras lokal ini diikuti oleh ratusan Desa yang berada di Kabupaten Lebak. Berdasarkan informasi, terdapat 266 desa yang tersebar di 28 Kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak. Dalam perhelatan ini, kurang lebih akan diikuti oleh 900-an orang. Awalnya, pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Lebak ini akan digelar pada bulan September 2021. Namun, seiring terbitnya Surat dari Kemendagri Nomor 141/4251/SJ pada 9 Agustus 2021, sesuai arahan Presiden RI terkait angka penyebaran Covid-19 yang meningkat secara nasional akibat varian delta.

Namun, pada saat yang sama, rencananya pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa ini akan dilaksanakan pada 24 Oktober 2021. Sejumlah tahapan pelaksanaan tampak sudah berjalan, sebagaimana yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Dalam berbagai tahapan tersebut, tentu banyak sekali dinamika yang muncul pada tahapan-tahapan pelaksanaan.

Kemudian, dalam mendukung upaya pemerintah, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Setia Budhi menyampaikan berbagai hal ihwal mengenai proses Pemilihan Kepala Desa secara serentak ini agar berjalan secara damai.

“Dalam mendukung upaya pemerintah dalam membangun demokrasi di tingkat lokal, yang sudah barang tentu memiliki sejumlah dinamika yang ada. Oleh karena itu, terlepas dari dinamika yang ada, kami Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Setia Budhi akan menyampaikan beberapa hal,” kata Dede Rahmatullah sebagai Presiden Mahasiswa STISIP Setia Budhi Rangkasbitung, pada Selasa (19/10/2021) di STISIP Setia Budhi Rangkasbitung

Berdasarkan informasi yang kami terima, ada sembilan poin yang menjadi aspek esensial yang disampaikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Setia Budhi Rangkasbitung, seperti, Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak harus dapat menciptakan pelaksanan Pilkades secara damai, lancar, dan tertib; Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak dan penyelenggara pemilihan agar dapat menjamin hak pemilih, meski di tengah pandemi Covid-19; Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak dan penyelenggara pemilihan harus memiliki prinsip mandiri, adil, jujur, proporsional, profesional, independen, dan akuntabel; Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak dan penyelenggara pemilihan harus menyampaikan seluruh informasi yang berkenaan dengan pelaksanaan Pilkades, di antaranya: grand design, anggaran, partisipasi publik, dan seterusnya; Pemerintah Daerah dan elite politik tidak boleh mengintervensi para pemilih dalam kegiatan Pilkades serentak di wilayah Kabupaten Lebak.

Dalam kegiatan tersebut, berdasarkan pengamatan, tampak didukung oleh mahasiswa, sebagai salah satu bentuk legitimasi dalam kegiatan tersebut. Lebih lanjut, Dede Rahmatullah, mengatakan bahwa Badan Eksekutif Mahasiswa STISIP Setia Budhi juga akan terus mengawal proses kegiatan Pilkades ini agar proses demokrasi berjalan sebagaimana mestinya.

Selain itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Setia Budhi Rangkasbitung juga mendorong Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan penyelenggara pemilihan agar lebih maksimal dalam menjaga pelaksanaan Pilkades dan menindaklanjuti praktik money politics dalam perhelatan tersebut. Dan mengajak seluruh masyarakat untuk ikut terlibat aktif dan berpartisipasi memilih dalam pelaksaan Pilkades berdasarkan pilihan masing-masing serta mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Lebak untuk ikut mengawasi jalannya Pilkades dengan jujur tanpa money politics dan atau jual beli suara. Dan segera melaporkan ke pihak aparat yang bertugas di sertai bukti-bukti.

Terakhir, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Setia Budhi Rangkasbitung meminta pihak aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti atas laporan warga masyarakat jika terjadi money politics, intimidasi, penyebaran hoaks dan bentuk lainnya yang meresahkan dan menimbulkan potensi konflik dalam pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Lebak.

Facebook Comments
Previous Article
Next Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *