STISIP Setia Budhi Sukses Gelar Program Pengenalan Kampus 2021

Foto: Sivitas Akademika STISIP Setia Budhi Rangkasbitung dan para calon mahasiswa STISIP Setia Baru 2021/Humas

Lebak – Program Pengenalan Kampus atau yang sering akrab dikenal sebagai P2K atau dalam term yang lainnya ‘ospek’ Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Setia Budhi Rangkasbitung pada Sabtu (16/10/2021) telah usai digelar. Dalam hal ini, kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah stakeholders terkait, seperti, sivitas akademika STISIP Setia Budhi Rangkasbitung, Wakil Gubernur Banten, H. Andhika Hazrumy melalui platform luring, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lebak, Junaedi Ibnu Jarta, Bank Banten sebagai salah satu mitra juga turut hadir, termasuk sponspor lainnya seperti HKI, BIGS, Bincang-Bincang Harits, dan seterusnya.

Sementara itu, pelaksanaan kegiatan Program Pengenalan Kampus (P2K) ini juga mendapatkan dukungan yang besar dari berbagai pihak, seperti yang sudah disampaikan di awal, yakni, Bank Banten, HKI, BIGS, Bincang-Bincang Harits, XL, dan sponsor-sponsor lainnya. Selain itu, perhelatan Program Pengenalan Kampus (P2K) juga didukung oleh beberapa mitra media massa, misalnya, Banten Raya, SCTV, dan biem.co.

Foto: Laporan Pelaksanaan Kegiatan Program Pengenalan Kampus oleh Sardy sebagai Ketua Pelaksana Program Pengenalan Kampus/Humas

Dalam laporannya, Sardy sebagai Ketua Pelaksana dalam Program Pengenalan Kampus (P2K) STISIP Setia Budhi melaporkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan di aula STISIP Setia Budhi Rangkasbitung. Lebih lanjut, sebagai salah satu anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), ia juga menyampaikan bahwa kegiatan Program Pengenalan Kampus (P2K) telah diikuti sebayak 211 mahasiswa. Namun, ada beberapa yang tidak mengikuti karena dalam keadaan sakit.

“Kegiatan ini diikuti oleh calon mahasiswa STISIP Setia Budhi Rangkabitung, baik yang melalui jalur umum maupun KIP. Sebagian besar, jumlah peserta dalam kegiatan ini sebanyak 211. Akan tetapi, tampaknya ada sebagian yang tidak ikut karena dalam keadaan sakit.” ujar Sardy dalam sambutan laporannya.

Lebih lanjut, Sardy juga mengucapkan selamat datang di STISIP Setia Budhi Rangkasbitung. Menurutnya, kegiatan ini tidak bisa berjalan, tanpa bantuan dari semua pihak, terutama sivitas akademika STISIP Setia Budhi Rangkasbitung, para sponsor, media partner, dan seluruh panitia pelaksana serta komponen lainnya.

Kemudian, Presiden Mahasiswa STISIP Setia Budhi Rangkasbitung juga menyampaikan hal yang sama, yakni, selamat datang di kampus STISIP Setia Budhi Rangkasbitung. Tak hanya itu, Presiden Mahasiswa ini juga meminjam istilah Bung Karno, “Berilah aku 1000 orangtua, maka akan aku cabut semeru dari akarnya. Dan berilah aku 10 pemuda, maka akan kuguncangkan dunia,”. Lebih lanjut, dalam sambutannya, Dede Rahmatullah, menyampaikan bahwa pemuda (mahasiswa) memiliki peran besar dalam sejarah perubahan, sebagaimana mahasiswa memiliki ciri khas dalam berpikir serta dalam idealisme gerakan mahasiswa.

“BEM merupakan lembaga mahasiswa yang berada di intern kampus. Dan yang menjadi penentu keberhasilan suatu organisasi adalah kebersamaan, kerja keras, kerja ikhlas, dan yakin usaha sampai pada tujuan. Oleh karena itu, kebersamaan ini akan menjelma menjadi suatu sikap dalam memanusiakan manusia. Kebersamaan menjadi nafas dalam organisasi serta sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain,” lanjut Dede Rahmatullah sebagai Presiden Mahasiswa dalam sambutannya.

Dalam konteks kegiatan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lebak juga memberikan motivasi kepada peserta Program Pengenalan Kampus (P2K), dengan segala gudang pengalamannya, terlebih saat ini sedang menjabat di parlemen daerah. Ia mengilustrasikan bahwa pada saat dirinya kuliah, dikenal dengan open house atau ospek.

“Selama saya melakukan aktivitas sekolah, pada saat itu harus melewati tahapan yang juga tidak mudah untuk dilewati, termasuk dari infrastruktrur dan geografis yang cukup jauh. Akan tetapi, dengan ikhitiar yang besar, pada akhirnya saya bisa melewati hal tersebut. Dan apabila dulu sudah ada STISIP Setia Budhi, maka saya akan kuliah di sini, STISIP Setia Budhi.” kata Junaedi Ibnu Jarta, selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Lebak

Selanjutnya, pada saat yang sama, ia juga menyampaikan pada peradaban kontemporer hari ini juga telah mengikis moral-moral. Ia menyebutnya sebagai munculnya degradasi moral.

Foto: Ketua STISIP Setia Budhi Rangasbitung sedang memberikan sambutan sekaligus membuka acara Program Pengenalan Kampus (P2K)/Humas

Sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Setia Budhi Rangkasbitung, Harits Hijrah Wicaksana, mengemukakan bahwa saat ini dengan kehadiran Kampus Merdeka, ia menekankan pentingnya untuk saling menjaga hubungan baik, dialog, interaksi yang bisa menumbuhkan kebersamaan demi terciptanya kohesivitas yang baik, yang akan bermuara pada kebahagiaan.

“Dalam Program Pengenalan Kampus (P2K) ini tidak ada hal-hal yang bersifat aneh. Sebagai kampus merdeka, STISIP Setia Budhi Rangkabitung komitmen menjaga harmoni dalam mewujudkan kampus merdeka. Selain itu, jalur KIP ada 2 tahap. Pada tahap pertama, sejumlah 43 dan tahap kedua sebanyak 100 mahasiswa. Akan tetapi, perjuangan kita masih akan terus berlanjut. Hal ini membuktikan negara sudah hadir dalam aspek pendidikan,” kata Harits Hijrah Wicaksana, sebagai Ketua STISIP Setia Budhi yang sekaligus Analis Kebijakan dan Politik Indonesia.

Terakhir, lulusan S3 Universitas Padjajaran ini, sekaligus memberikan pesan, agar dapat belajar secara maksimal dan menjaga nama baik almamater serta bangga sudah diterima di STISIP Setia Budhi. Dan pada saat yang sama, ia juga membuka acara tersebut secara formal dan simbolis.

Foto: Pembukaan secara simbolik oleh Ketua STISIP Setia Budhi, Wakil Ketua DPRD Lebak, Bank Banten (Lebak) dan Wakil Ketua II STISIP Setia Budhi Rangkasbitung.
Facebook Comments
Previous Article
Next Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *