BEM STISIP Setia Budhi Rangkasbitung Gelar Perlombaan Agustusan

Pamflet Jenis-Jenis Semarak Perlombaan Agustusan/BEM STISIP Setia Budhi

Lebak – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Setia Budhi Rangkasbitung telah usai melaksanakan berbagai jenis-jenis perlombaan. Dalam semarak kemerdekaan tersebut, organisasi mahasiswa ini menggelar sejumlah perlombaan, di antaranya, Lomba Futsal Daster; Lomba Tenis Meja; Lomba Tarik Tambang Putra; Lomba Catur; Lomba Memasukkan Paku; Lomba Makan Kerupuk; Lomba Betusin Balon; dan Lomba Menyanyi. Dalam hal ini, kegiatan tersebut, digelar secara ketat, dengan mematuhi protokol kesehatan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pada Sabtu (21/08/2021).

Pamflet Jenis-Jenis Semarak Perlombaan Agustusan/BEM STISIP Setia Budhi

Panitia penyelenggara juga tampak sudah melaksanakan mekanisme perlombaan, sebagaimana yang sudah tertera pada pamflet yang sudah ada, seperti, lomba dilaksanakan secara kelompok, mahasiswa juga dapat membentuk secara individu dengan individu lainnya dalam rangka membentuk kelompoknya dan mekanisme lainnya. Dalam perlombaan ini, masing-masing kelas merepresentasikan kelasnya masing-masing, karena pelaksanaan dilakukan dengan memenuhi berbagai persyaratan, terutama di tengah transmisi perkembangan Covid-19. Meski demikian, di wilayah Lebak mengalami kelandaian.

Tak hanya itu, perlombaan dalam semarak kemerdekaan ini juga sangat bermanfaat untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan, meningkatkan nasionalisme, menjaga imunitas, dan aspek-aspek lainnya. Kemudian, dari setiap jenis perlombaan yang dilaksanakan, panitia pelaksana sudah menyediakan berbagai hadiah yang akan diperoleh. Dalam kesempatan tersebut, tampak secara realitas, para mahasiswa sangat merespons kegiatan ini dan sangat bahagia.

Selanjutnya, dalam rangka memeriahkan HUT RI, yang memiliki adagium, “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh,”. Hal ini mengafirmasi bahwa meski di tengah adanya badai Covid-19, sebagai warga negara seharusnya kita harus tetap tangguh dan tumbuh. Dengan demikian, salah satu mekanisme yang ditempuh adalah dengan menciptakan persatuan atau dalam istilah Bung Karno adalah gotong royong.

Selain itu, perlombaan-perlombaan tersebut juga diikuti oleh sejumlah dosen-dosen. Secara faktual, hal ini menunjukkan adanya hubungan yang sangat baik dan juga dapat membangun kondisi akademis yang apik sesuai dengan spirit Kampus Merdeka. Terakhir, kegiatan ini dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan yang sangat ketat.

Facebook Comments
Previous Article
Next Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *