Analis Kebijakan: Transformasi Terjadi di Polri, Trust Cukup Tinggi.

Serang – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Setia Budhi Rangkasbitung, menghadiri dan memberikan edukasi dalam acara Focus Group Discussion (FGD) di wilayah Kepolisian (Polda) Banten pada Kamis (8/4/2021).

Kegiatan yang dilakukan oleh Kepolisian wilayah (Polda) Banten ini mengangkat tajuk, “Sinergitas fungsi pengawasan internal dan eksternal guna meningkatkan profesionalisme fungsi pengawasan dalam rangka menghadapi isu-isu yang menjadi perhatian publik.”

Selain itu, acara ini dihadiri sejumlah stakeholders, di antaranya: tokoh masyarakat, pakademisi, ombudsman wilayah Banten, BPKP, dan lain-lainnya.

Akademisi nasional dan analis kebijakan, Harits Hijrah Wicaksana, dalam salah satu acara Focus Group Discussion (FGD) di wilayah Kepolisian Banten mengemukakan bahwa berdasarkan sebuah survei terdapat trust yang cukup tinggi terhadap Polri. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi transformasi di lembaga kepolisian.

“Sebagai institusi, Polri, yang paling krusial, karena bersentuhan secara eksklusif dengan masyarakat. Oleh karena itu, banyak penilaian dari masyarakat yang berbeda. Terlebih, Polri selalu menangani hal ihwal problem yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.” kata Harits Hijrah Wicaksana

Tak hanya itu, menurutnya, banyak sekali tantangan yang harus dihadapi oleh kepolisian, misalnya, gerakan radikalisme, intoleransi, dan hal-hal lainnya yang mengganggu stabilitas keamanan (negara) yang juga muncul kembali di public sephere. Bukan hanya pendidikan yang perlu ditempuh dalam meningkatkan transformasi di tubuh kepolisian. Tapi, mekanisme lain, seperti langkah-langkah preventif lainnya juga perlu ditingkatkan.

Kapolda Banten, Rudy Heriyanto Adi Nugroho, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan Focus Group Discussion (FGD)
merupakan tindaklanjut dari penjabaran program prioritas Kapolri bidang transformasi pengawasan yang diurai dalam pengawasan, melalui: penguatan peran pimpinan, membangun sistem pengawasan internal, membangun sistem pengawasan eksternal, sistem pengaduan online terintegrasi dengan fungsi pengawasan lainnya, pembentukan sistem pengawasan oleh masyarakat yang cepat dan mudah.

“Dalam mewujudkan capaian hasil dari aksi-aksi di atas, dapat diprediksi beberapa tantangan dalam tugas pengawasan sesuai rencana kerja ITWASDA Polda Banten T.A. 2021 yang telah ditetapkan, yaitu: kompetensi dan/atau kapabilitas APIP sebagai quality assurance (jaminan standar kualitas) yang perlu ditingkatkan, perkembangan teknologi informasi di era digital 4.0 dengan optimalisasi aplikasi E-Pengawasan dan aplikasi Dumas Presisi, kondisi pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri dalam rangka melaksanakan kegiatan pengawasan.” imbuhnya

Facebook Comments
Previous Article
Next Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *